Pengantar

 

cimg0180bw.jpg


Proses dan perkembangan Partai Perserikatan Rakyat (PPR) sejak di deklarasikan bulan Agustus 2005 di Bandung menunjukan arah kemajuan, baik secara struktur politik maupun programatik. Hal ini selain disebabkan kebutuhan sebuah partai alternatif yang secara sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat dan dibentuk atas keinginan rakyat (kita sendiri), juga didukung oleh pengalaman mengorganisir yang hampir 90 % pengurus baik di nasional, propinsi, kabupaten, dan kecamatan-kecamatan adalah tokoh-tokoh rakyat yang sepanjang tahun melakukan pengorganisasian dalam menaikkan derajat rakyat, apakah itu petani, perempuan, nelayan, buruh, sector informal, dan miskin kota.

Dari kondisi yang menggembirakan itu, maka secara struktural Dewan Pengurus Nasional (DPN) dengan keyakinan dan penuh ketegaran terus menerus melakukan perbaikan-perbaikan. Rapat-rapat bulanan sebagai media refleksi dan evaluasi semakin hari semakin menampakan kemajuannya. Pengakuan secara politik baik dari para aktifis politik, LSM, pakar, dan partai-partai politik baik dalam skala nasional dan lokal, maupun internasional. Bergabungnya banyak aktifis politik dan pakar politik nasional ke dalam PPR, diikutkannya PPR dalam hampir setiap diskusi dan acara-acara berbau politik, diundangnya PPR dalam suatu Konfrensi Internasional gerakan sosial dan Politik pro rakyat di Helsinki bulan September 2006 lalu, secara khusus Akbayan sebagai salah satu partai pro rakyat di Philipina mengundang PPR dalam acara Kongresnya bulan Oktober lalu, adalah bukti PPR mendapat tempat di kalangan partai politik dan gerakan politik pro rakyat di Internasional.

Perkembangan positif sebagaimana tersebut di atas sudah barang tentu memunculkan optimisme dan progresifitas luruh Pengurus, baik di tingkat Nasional, Propinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan, serta seluruh Anggota Partai Perserikatan Rakyat (PPR) semakin membara.

Kini saatnya kita berdiri di kaki sendiri. Berpijak bumi, berpayung langit milik kita sendiri. Leluhur kita berjati diri demi nusantara. Kita semua wajib berbakti bagi pertiwi. Singkirkan mental anak jajahan, dari jiwa kita. Tegaskan sikap percaya diri untuk Indonesia. Cukup sudah sabar menanti. Cukup sudah derita. Kini saatnya rakyat bertindak melawan kemiskinan”.

Demikian bunyi syair progresif dalam Mars PPR yang baru saja selesai diciptakan oleh Bung Franky Sahilatua dan Bung Bondan Gunawan. Sebuah ekspresi “derap rakyat berjuang”, sebuah pengejawantahan dari cita-cita dan pengabdian luhur kepada rakyat. Sekali lagi :

Cukup sudah sabar menanti.

Cukup sudah derita.

Kini saatnya rakyat bertindak

Melawan kemiskinan.

Jakarta, Akhir Desember 2006

Dewan Pengurus Nasional (DPN)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.